… kesusu-susu posting :D…
Rumah, setengah tujuh.
Gubrak, laptop ketumpahan teh. Segera dibalik, copot batrai, dan keringkan dengan handuk seadanya. Sambil buru-buru nyari sepatu.
Hamburg, Bandara
Setelah ngeyel sama mbak petugas check-in, saya dapat 2 boarding pass langsung, karena pendeknya waktu transit.
Pesawat, Hamburg- Heathrow
Pesawat penuh sekali dengan orang liburan, hampir ketiduran waktu turun.
Heathrow, Terminal 5
Berlari-lari mengejar penerbangan selanjutnya bukanlah hal yang menyenangkan. Apalagi terjadi di bandara yang belum pernah disinggahi sebelumnya. Ya, dengan jarak antar penerbangan 1 jam kurang, saya terengah-engah mencapai pintu keberangkatan berikut yang ternyata kudu lewat kereta kecil bawah tanah.
Di sana ada beberapa mozillians dari Austria - akhirnya ketemu sang KaiRo , ada dua orang dari Italia, dua orang dari Afrika Selatan. Ternyata saya satu pesawat dengan salah seorang kontributor Mozilla yang kebetulan tuna netra. Kita leyeh-leyeh sampai akhirnya antrian panjang terakhir masuk. Barulah rombongan kita masuk berurutan.
Pesawat, Heathrow-Vancouver
Duduk di tengah sebenarnya tidak terlalu menyenangkan. Tapi apa mau dikata, saya tidak tahu dan tidak teliti. Di sebelah kiri ternyata adalah kontributor Mozilla dari Prancis. Di sebelah kanan, seseorang dari Irlandia dengan logatnya yang khas, dengan mulut berbau alkohol, kerja dipemboran minyak di Angol katanya.
Sepanjang perjalanan diisi dengan ngobrol-nonton-video-melayani-pembicaraan-si-Irlandia. Dia minum 5 kaleng bir kalau tidak salah, sampai akhirnya tertidur pulas dengan kaki menjulur di gang :). Tidak ada yang istimewa di penerbangan, saya menonton 3 buah film nonstop.
Vancouver, Bandara
Sesampai di bandara Vancouver, berjalan menuju petugas paspor - lewat, ambil bagasi - 2 orang porter dengan kartu Mozilla sudah siap menanti, sebuah bis juga sedang menunggu di pintu lain.
Bis, menuju Whistler, British Columbia, Kanada
Perjalanan diisi dengan pemandangan indah laut Atlantik di pinggir kiri jalan. Saya jadi teringat jalan di Besuki di pasir putih, cuman yang ini naik-turun-dan terus naik. Jalan dipenuhi peralatan konstruksi jalan, karena rencana Whistler menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2010. Jalan mulus, pemandangan indah selama kurang lebih 2-3 jam membuat mengantuk. Tapi mata tidak mau terpejam lama. Jam biologis menunjukkan GMT+1, dan sekarang GMT-8.
Whistler Resort
Resort yang indah, berdiri di kaki gunung, dengan dua menara besar bertingkat 11. Saya di lantai, seperti juga yang lain. Bertemu tomcat di lobby sedang mengorek entah apa, dan Maciej dari aviary - Mozilla Polandia.
Whistler, desa
Akhirnya saya dan Maciej jalan ke luar menuju pusat desa. Cukup lengkap dan ramai dengan berbagai hiburan. Banyak orang datang untuk hiking dan mountain biking. Namanya juga pengunungan. Kita pergi ke information center dan toko kelontong di tengah desa. Dan pulang. Akhirnya saya tahu, bagaimana cara mengucapkan Basia Trzetzelewska.
Masuk kamar, ketik posting ini: mata hampir terpejam, tapi mari kita mimik kopi dulu. Moga2 tidak jetlag
Berbagi