Dukun Petugas Paspor, Kenapa Harus Peduli?
…puanase rek!…
Adalah sebuah cerita, ketika sebuah bank papan atas di Indonesia, merilis fitur terbarunya: internet banking namanya.
Cerita-punya-cerita, ada seorang tukang oprek ternama, yang membuat situs tiruannya. Tentunya dengan maksud baik saja: menyadarkan pemberi dan pemakai layanan bahwa kalau salah urus, internet itu tidak aman adanya.
Semua orang bingung, bagaimana tahunya saya sedang bertransaksi secara aman? Apaan tuh “SSL 128 bit encryption“?
…
Tersebutlah sebuah cerita, si browser yang sekarang masih belum resmi adanya, sang fitur untuk memudahkan pengguna: dukun Petugas Paspor katanya. Siapakah dukun ini, hatiku bertanya-tanya?
Dukun ini bukanlah mbah ternama di Indonesia, dia hanya membantu peselancar maya, apakah dia aman atau tidak, atau antara cukup dan yang sedang-sedang saja.
Sang dukun punya lima seragam: Putih, Kuning, Hijau, Biru, dan Merah. Artinya mirip dengan si lampu merah, walau ada putih dan biru juga. Kalau Hijau, jalan bebas hambatan. Kuning ya artinya hati-hati. Merah, harusnya berhenti. Kalau Putih artinya terserah situ deh. Nah kalau Biru? Mirip-mirip hijau tapi beda.
Si Putih
Bukan, bukan Si Putih yang ada di iklan itu. Si dukun pakai seragam putih artinya situs tidak menyediakan informasi identitas, yang namanya sertifikat. Banyak situs web yang tidak menyediakan informasi identitas, karena mungkin tidak perlu, atau mungkin tidak merasa perlu, lha wong situsnya tidak meminta informasi pribadi yang sedang anjangsana kok (nomor kartu kredit atau nomor rekening bank contohnya).
Si Biru
Si biru mirip dengan seragam ptkai. Situs sudah benar diidentifikasi, sambungan juga sudah dienkripsi, artinya orang lain nggak bakalan tahu data apa yang lalu-lalang antara browser sama situs ini, kecuali sang cracker punya super komputer, yang mahalnya bisa untuk beli krupuk, pabrik, truknya, masih nyisa banyak lagi.
Si Hijau
Si Hijau mirip-mirip dengan si biru, yang ini mirip dengan seragam bapak ABRI yang ngeblog itu. Artinya, sang situs dan pemilik resminya, sudah ada yang mengecek dan memverifikasi. Tentu saja, ini setingkat lebih aman daripada si biru. Jalan bebas hambatan artinya, hotmail dan paypal contohnya.
Si Kuning
Si kuning ini rada aneh, dia nampang di halaman peringatan untuk minta permisi. Ini gara-gara yang membuat sertifikat untuk mengecek identitas situsnya, ya si pemilik situsnya sendiri. Benar-benar aneh. Mungkin yang punya situs nggak kuat bayar untuk beli sertifikat dan verifikasi, atau ngotot harus pake sertifikat asli bikinan perusahaan dalam negeri, yang kata sang ahli: belum ada di negeri ini. Contohnya? kalau anda pengin beli domain dalam negeri.
Si Merah
Kalau si dukun sudah merah, jangan coba-coba masuk ke situs ini. Kalau si situs nampilin form untuk diisi, sebaiknya kabur dari sini. Ndak ada yang mau tanggung jawab kalau sampeyan kehilangan password email atau nomor kartu kredit anda, nangis-nangis saja nanti.
Di mana nyari si dukun?
Pasang dulu browsernya, baru klik gambar di sebelah kiri alamat URLnya. Merah dan kuning tak akan keluar kalau anda tidak kena kasusnya.

Jadi?
Kalau anda benar-benar peduli dengan informasi pribadi, jangan lupa klik si ikon dukun ini. Apalagi anda paranoid asli.
Catatan: Tulisan ini bukan referensi, hanya sekedar gambaran bagaimana sang browser dapat membantu sampeyan mengenali para situs ini. Kalau sampeyan lagi nulis skripsi, silakan datang ke situs web layanan dukungan resmi. Saya memang lagi teracuni gaya mbak ini walau saya tak bakal mampu menyaingi.
